 |
|  |
|  | | • |
| | • |
| | • |
|
|  | | • |
| | • |
| | • |
| | • |
| | • |
| | • |
| | • |
| | • |
| | • |
| | • |
|
|  | | |  | | |  |
|
|
| Kamis, 30 Agustus 2012 | | Australia coret Huawei dari Tender Proyek " Broadband" | | Ditulis Oleh : Nelson Panjaitan | SYDNEY - Raksasa telekomunikasi Cina, Huawei, mengecam keputusan Pemerintah Australia yang melarangnya ikut tender dalam proyek ambisius jaringan pita lebar (broadband) di Negeri Kanguru dengan alasan dapat menjadi ancaman keamanan. Huawei menganggap alasan Australia terlalu dibuat-buat.
Tak puas dengan keputusan Pemerintah Australia, Huawei langsung melayangkan kecamannya. Menurut produsen perangkat telekomunikasi terbesar dunia itu, keputusan tersebut sepihak dan bukan atas dasar yang jelas serta masuk akal.
Direktur Huawei untuk wilayah Australia, John Lord, menegaskan perusahaannya tak akan menimbulkan ancaman keamanan bagi negara tersebut. "Huawei bukanlah ancaman keamanan bagi Australia," kata Lord yang juga purnawirawan laksamana muda pada Angkatan Laut Australia di Sydney, Selasa (27/3).
Canberra berencana menghubungkan 93 persen rumah di Australia dengan jaringan internet pita lebar berkecepatan super tinggi selambat-lambatnya tahun 2017. Tender dari proyek ambisius senilai 36 miliar dollar Australia (348 triliun rupiah) itu akan segera dimulai.
Namun, Canberra ternyata melarang Huawei ikut serta dengan alasan perusahaan tersebut bisa menjadi alat Cina untuk melakukan serangan cyber dan memata-matai lalu lintas informasi di Australia. Huawei dalam sejarahnya memang perusahaan yang didirikan oleh mantan insinyur di kemiliteran Cina atau sering disebut Tentara Pembebasan Rakyat.
Kabarnya, perusahaan pemerintah Australia yang ditugaskan menangani proyek tersebut, NBN Co, sebenarnya tak keberatan dengan keterlibatan Huawei, namun Canberra kemudian melakukan intervensi.
Kepentingan Nasional
Menurut surat kabar Australian Financial Review, keputusan itu dibuat Dewan Keamanan Nasional Australia yang beranggotakan, antara lain Perdana Menteri, Menteri Luar Negeri, dan Menteri Pertahanan, berdasarkan atas saran-saran kuat dari dinas intelejen.
Perdana Menteri Australia, Julia Gillard, membela langkah tersebut sebagai sesuatu yang perlu dilakukan demi kepentingan nasional. Namun, dia tidak berkomentar langsung atas pelarangan keikutsertaan Huawei. "National Broadband Network (NBN) merupakan proyek infrastruktur besar. Sebagai pemerintah, kami akan membuat segala keputusan bijak demi memastikan proyek itu sesuai dengan yang kami harapkan dan kami telah membuat salah satu keputusan itu," kata Gillard di sela-sela konferensi antisenjata nuklir di Seoul, Korea Selatan, kemarin.
Menurut media pemerintah Australia, ABC, hubungan Huawei dengan Canberra telah menjadi dingin sejak Presiden AS, Barack Obama, mengunjungi Australia, November tahun lalu. Cina, sejak era Perang Dingin memang menjadi rival klasik AS dan negara-negara Barat sekutunya, termasuk Australia.
Maret tahun lalu, komputer-komputer milik Perdana Menteri, Menteri Luar Negeri, dan Menteri Pertahanan Australia dikabarkan mendapat serangan peretas yang diduga berasal dari Cina. Namun, Beijing kala itu membantah tuduhan karena tak berdasar. dng/AFP/E-10
|
[ Kembali ] | |