Senin, 21 Mei 2012
Langgar Paten Microsoft, Ponsel Motorola Dicekal
Ditulis Oleh : Demed Bago
Washington - Beberapa ponsel Android besutan Motorola dinilai melanggar paten Microsoft. Akibatnya, lembaga perdagangan International Trade Comission akan melarang impor dan penjualan smartphone tersebut di wilayah Amerika Serikat.

ITC telah mengirimkan perintah pelarangan tersebut pada presiden AS, Barack Obama. Obama punya waktu 60 hari untuk memvetonya dengan alasan tertentu.

ITC tak menyebutkan ponsel model apa saja yang akan dilarang. Model yang dipermasalahkan Microsoft diketahui adalah Atrix, Backflip, Bravo, Charm, Cliq, Cliq 2, Cliq XT, Defy, Devour, Droid 2, Droid 2 Global, Droid Pro, Droid X, Droid X2, Flipout, Flipside, Spice dan tablet Xoom.

Paten yang dipermasalahkan Microsoft terkait kemampuan handset untuk menyusun jadwal tertentu. Sebagai penyelesaian, Motorola bisa menghilangkan fungsi tersebut atau membayar lisensi ke Microsoft.

Motorola yang sedang dalam proses finalisasi diakuisisi oleh Google optimistis keputusan tersebut tidak akan berdampak banyak bagi bisnisnya. Mereka mungkin akan mengajukan banding. Sedangkan Microsoft merasa puas.

"Kami harap sekarang Motorola akan bergabung dengan dengan para pembuat perangkat Android yang telah mengambil lisensi paten kami," kata juru bicara Microsoft.

Beberapa vendor Android memang sudah menjalin kesepakatan lisensi dengan Microsoft, di mana mereka membayar biaya tertentu untuk setiap handset terjual. Vendor dimaksud termasuk Samsung, HTC, Acer dan sebagainya.

Dikutip detikINET dari Reuters, Sabtu (20/5/2012), Microsoft sejatinya menuding Motorola melanggar 9 paten teknologinya. Namun ITC hanya menemukan satu buah pelanggaran paten.

[ Kembali ]
www.medcomm-group.com © 2026
Privacy PolicyTerms Of Use
All rights reserved