 |
|  |
|  | | • |
| | • |
| | • |
|
|  | | • |
| | • |
| | • |
| | • |
| | • |
| | • |
| | • |
| | • |
| | • |
| | • |
|
|  | | |  | | |  |
|
|
| Jumat, 18 Mei 2012 | | Harga Gas di Sumut Tetap US$ 9/MMBTU | | Ditulis Oleh : Demed Bago | MedanBisnis – Medan. Harga gas yang dinaikkan PT Perusahaan Gas Nasional (PGN) Tbk sebesar 55% menjadi US$ 10,2 per million british thermal unit (MMBTU) hanya berlaku di Pulau Jawa. Makanya untuk Sumatera Utara (Sumut) hingga saat ini tidak ada kenaikan sehingga harga tetap sekitar US$ 9 per MMBTU.
Vice President Corporate Communication PT PGN, Nella Andaryati, mengatakan, penyesuaian harga untuk wilayah Sumut sudah diberlakukan sejak tahun lalu. "Jadi tidak terjadi kenaikan di Sumut. Tarif masih diberlakukan seperti kebijakan tahun lalu," ujarnya saat dihubungi MedanBisnis, Selasa (15/5).
Kenaikan harga gas untuk industri yang diumumkan oleh PT PGN pada 8 Mei 2012 berlaku surut atau berlaku secara efektif pada 1 Mei 2012 di kawasan Pulau Jawa. Harga naik dari semula US$ 6,6 per MMBTUmenjadi US$ 10,2 per MMBTU. Tapi kenaikan ini tidak diberlakukan di Sumut, karena sebelumnya harga gas di Sumut sudah naik sejak September 2011 dari US$ 4,5 per MMBTU menjadi US$ 7,9 hingga US$ 9 per MMBTU.
Nella menjelaskan, untuk kenaikan di wilayah Jawa Barat memang sesuai dengan yang disebutkan sekitar US$ 10, namun kenaikan tidak berlaku secara umum di seluruh wilayah. "Harga gas per SBU mempunyai tingkat perbedaan menyesuaikan dengan harga beli dari sumbernya," ucap Nella.
General Manager PGN Sumut, Mugiono, mengakui harga gas di Sumut masih berlaku seperti tahun lalu.
Saat menyinggung berkurangnya persediaan gas di Sumut, diakui Mugiono, hal itu masih terjadi sehingga membuat pihaknya mengurangi kebutuhan gas untuk industri. "Kami sudah berupaya memenuhi kebutuhan gas bagi para pengguna sebaik mungkin. Di Sumut ini tidak seperti di daerah lain yang umumnya ada penambahan produksi gas," katanya.
Dia menyebutkan, pihaknya hanya bisa memasok kebutuhan untuk industri di Sumut sebanyak 11 juta MMBTU. Jumlah ini masih kurang karena idealnya kebutuhan industri sekitar 17 juta MMBTU, plus kebutuhan untuk rumah tangga, rumah makan dan lainnya berkisar 2-3 juta MMBTU.
Ketua Asosiasi Pengusaha Pengguna Gas (Apigas) Johan Brien mengatakan, pihaknya sudah bosan "ribut-ribut" dengan kondisi "kelangkaan" gas di Sumut. Dengan kondisi beginipun, pemerintah malah akan memindahkan pembangunan terminal apung gas di Belawan atau Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)."Seharusnya dicari solusi sebab sudah banyak investor yang perlahan menarik diri dari Sumut karena tidak tahan menghadapi krisis gas, " akunya.
Menurutnya, komitmen pemerintah tidak jelas terhadap industri. Harga sudah dinaikkan tahun lalu, tapi pasokan tetap saja tidak mencukupi. "Itu bisa matikan pengusaha, harga yang ditetapkan itu pun sudah dua kali dari Malaysia, jadi sangat menyiksa pengusaha," katanya.
(yuni naibaho/elvidaris simamora)
|
[ Kembali ] | |