MedanBisnis – Medan. Satu lagi proyek jalan tol, yakni Medan-Binjai, bakal melengkapi fasilitas infrastruktur di Propinsi Sumut. Jalan tol sepanjang 15,8 km ini akan dikerjakan mulai tahun 2013.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Setdapropsu, Riadil Akhir Lubis, menyebutkan, saat ini proses pembangunannya masih dalam tahap perampungan rencana ROW (right of way) atau rencana daerah milik jalan seperti parit dan area hijau dan diperkirakan baru rampung menjelang akhir 2012. Hal tersebut disampaikan Riadil kepada wartawan di kantornya Jalan Diponegoro Medan, kemarin.
Setelah itu, katanya, baru dilaksanakan tender untuk mencari perusahaan konstruksi yang kompeten mengerjakannya. Seiring dengan penyiapan ROW plan itu, mulai dilakukan upaya pembebasan tanah.
Jalan tol itu sendiri dalam perencanaan saat ini membutuhkan lahan 116,66 ha, di mana biaya pembebasan lahannya yang harus disediakan pemerintah sebesar Rp 256 miliar.
Riadil menyebutkan, data teknis jalan tol itu, yakni panjang 15,8 km dengan rencana kecepatan 100 km per jam. Jumlah lajur 2x3, lebar lajur 3,6 m, lebar median 5,5 m, lebar bahu dalam 1,5 m, lebar bahu luar 3 m dan lebar rumija sekitar 60 m.
"Kemudian volume lalu lintas 10.516 kendaraan per hari (perhitungan 2011), biaya konstruksi 1,293 triliun, kebutuhan lahan 116,6 ha dan biaya pembebasan lahan Rp 256 miliar," sebutnya.
Total luas lahan 116,66 ha tersebut, jelasnya, terdiri dari lahan sawah 11,4 ha atau 9,77% dari luas lahan, perkebunan (PTPN 2) 85,2 ha (73,03%), permukiman 14,06 ha (12,05%), pabrik/industri 1,8 ha (1,54%) dan lain-lain 4,2 ha (3,6%).
Koridor ruas tol Medan-Binjai terdiri dari Kota Medan, Kota Binjai dan Kabupaten Deliserdang. Kota Medan meliputi Kecamatan Medan Deli di Kelurahan Tanjung Mulia Hilir dan Tanjung Mulia. Kota Binjai meliputi Kecamatan Binjai Timur di Kelurahan Sumber Mulyorejo.
Deliserdang meliputi Kecamatan Labuhan Deli di Desa Helvetia dan Desa Manunggal, Kecamatan Sunggal di Desa Purwodadi, Kecamatan Hamparan Perak di Desa Kelambir Lima Kebon, Kelambir Lima Kampung dan Paya Bakung.
Riadil mengatakan, pekerjaan jalan tol ini menjadi perhatian serius pemerintah. Hal ini karena termasuk dalam lima program utama proyek pemerintah, bersama jalan tol Medan-Kualanamu dan Kualanamu-Tebingtinggi, yang sekaligus menjadi andalan untuk menarik investor dalam dan luar negeri.
Di tempat terpisah, Ketua Kadin Sumut, Irfan Mutyara, berpendapat, jalan tol tersebut sangat dinanti-nantikan kalangan dunia usaha. "Jelas sangat kita harapkan karena akan memperlancar siklus bisnis," ujar Irfan.
Jalan tol itu, lanjutnya, pastinya akan mengurangi beban pengusaha dari sisi waktu, sebab waktu yang cepat dalam aktivitas bisnis, sangat menekan biaya yang dikeluarkan. Tidak bisa diingkari, sebutnya, jika selama ini jarak tempuh yang cukup lama dari dan menuju Binjai sekitarnya, merugikan pengusaha.
Kemudian yang paling penting menurutnya, jalan tol tersebut ditambah dengan jalan tol Medan-Kualanamu dan Kualanamu-Tebingtinggi, akan memadukan lingkup bisnis pantai barat, pantai timur dan Kota Medan dan menumbuhkembangkan kegairahan ekonomi di kawasan segi tiga emas atau Indonesia, Malaysia dan Singapura. (benny pasaribu) |