 |
|  |
|  | | • |
| | • |
| | • |
|
|  | | • |
| | • |
| | • |
| | • |
| | • |
| | • |
| | • |
| | • |
| | • |
| | • |
|
|  | | |  | | |  |
|
|
| Senin, 07 Mei 2012 | | Dirancang Lewat Terowongan Bawah Tanah, MRT Beroperasi Akhir 2016 | | Ditulis Oleh : Demed Bago | Jakarta - PT Mass Rapid Transit Jakarta (MRT Jakarta) optimistis proyek MRT koridor Utara-Selatan untuk tahap I (Lebak Bulus-Bundaran HI) siap beroperasi akhir tahun 2016.
Saat ini persiapan masih dalam tahap melakukan tender kontraktor dan persiapan tender penyedian kereta MRT.
"Dari bulan Januari lalu kami sudah mulai proses tender kontraktornya, Target tandatangan kontrak dengan kontraktor medio Oktober-November (2012). Kami juga sedang dalam proses tender untuk penyediaan kereta, baru tahap pra-kualifikasi," kata Kepala Biro Humas PT Mass Rapid Transit Jakarta Manpala Rega Chandra Gupta Sitorus kepada detikFinance, Minggu (6/5/2012)
Ia mengatakan, khusus untuk calon kontraktor pengerjaan MRT, saat ini setidaknya ada 11 konsorsium mencakup kontraktor Jepang bermitra dengan kontraktor Indonesia.
Sesuai dengan rencana, tahap konstruksi proyek ini dimulai paling cepat akhir 2012 atau awal 2013. Setelah proses persiapan pembangunan rampung, seperti pelebaran jalan Fatmawati, pemindahan utulitas, pemindahan terminal Lebak Bulus, pemindahan stadion Lebak Bulus dan lain-lain.
"Target operasi tetap di akhir 2016. Kita berpegangan pada itu," katanya.
Gupta menambahkan, untuk tahap I Lebak Bulus-Bundaran HI, koridor utara-selatan, jalur MRT terdiri dari 13 stasiun MRT. Yaitu sebanyak 7 stasiun sepanjang 7 Km berada di atas (elevated/layang) yaitu stasiun Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete, Haji Nawi, Blok A, Blok M dan Sisingamangaraja.
Sementara itu 6 stasiun sepanjang 6 Km berada di bawah tanah yaitu Bundaran Senayan, Istora, Benhil, Setiabudi, Dukuh Atas, Bundaran HI.
Untuk tahap II masih koridor utara-selatan, rencananya stasiun-stasiunnya semuanya di bawah tanah antara lain Kebon Sirih, Monas, Harmoni, Glodok, Kota dan Kampung Bandan.
Mass Rapid Transit Jakarta (MRT Jakarta) yang berbasis rel rencananya akan membentang kurang lebih ± 110,8 Km, meliputi dua koridor utama, yaitu:
Koridor Utara-Selatan
Koridor ini terdiri dari Koridor Selatan-Utara (Koridor Lebak Bulus-Kampung Bandan) sepanjang kurang lebih ± 23, 8 km dan Koridor Timur–Barat sepanjang kurang lebih ± 87 km. Koridor ini dilakukan dalam 2 tahap:
Tahap I yang akan dibangun terlebih dahulu menghubungkan Lebak Bulus sampai dengan Bundaran HI sepanjang 15,7 km dengan 13 stasiun (7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah) ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2016.
Tahap II akan melanjutkan jalur Selatan-Utara dari Bundaran HI ke Kampung Bandan sepanjang 8,1 Km yang akan mulai dibangun sebelum tahap I beroperasi dan ditargetkan beroperasi 2018 dipercepat dari 2020. Studi kelayakan untuk tahap ini sudah selesai.
Koridor Timur-Barat
Koridor ini masih dalam tahap studi kelayakan. Koridor ini ditargetkan paling lambat beroperasi pada 2024-2027
Total nilai proyek adalah sekitar 144 Miliar Yen dengan besar pinjaman sekitar 120 Milyar Yen dan selebihnya dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI Jakarta (APBD) DKI Jakarta.
Biaya proyek akan ditanggung bersama antara Pemerintah Pusat (42%) dan Pemerintah Daerah (58%). Dana kemudian akan disalurkan kepada PT MRT Jakarta melalui DKI Jakarta sebagai pelaksana dan operator proyek. |
[ Kembali ] | |